Puisi "Kenangan Masa SMK"
Rembulan tengelam Berganti
mentari bersinar Hari baru telah datang
menjemput Secerah mentari,semanis embun pagi
,kusambut Kulangkahkan kaki kesekolah
Sebuah angkasa luas Dimana jiwa mengepak bebas
Hati lepas menembus batas Bawalah imajinasi
terbang Bawalah angan melayang Untuk terus bermimpi layaklah sang pemimpi
Jajaran pohon menyambut kedatanganku Dingin terasa dikalau hujan tak pernah lelah menentes Sejuk dihati dikala panas begitu menyengat Bel masuk pun berbunyi Saatnya berkumpul untuk membuat barisan yang rapi Puasakan asa untuk menikmati setiap prosesi Hormatkan setiap jengkal jari kepada sang saka merah putih Dengarkan setiap amanat yang terucap walau membosanakan Beginilah kami diajarakan kedisplian Walau hasilnya kadang tak sesuai harapan
Masih banyak… kumpulan anak yang datang Telalu pagi hingga tak bisa masuk kelas karena pelajaran telah dimulai Masih banyak… para siswa yang duduk didepan kelas menanti sang pemberi ilmu datang mengajar Masih banyak… sekelompok anak menikmati jam-jam pelajaran dengan semangkok
soto,segelas es teh dan sebuah tempe goreng dikantin samping sekolah begitulah coretan memory ketika sragam putih abu-abu masih melekat di badan
kini ketika Sepi melangkah dalam kelam menyeruak dalam pekatnya udara pagi lari menyongsong helaian kabut yang tersembunyi di pucuk-pucuk mimpi semua telah berlalu tak ada lagi langkah kaki itu tak ada lagi kedisiplinan itu tak ada lagi kata-kata bijak mu yang selalu membuatku terinpirasi tak ada lagi kebaikan dan ketulusanmu yang rela berbagi ilmu tak ada lagi senyum dan canda sahabat tercinta tak ada lagi kebersamaan kita untuk berjuang meraih mimpi tak ada lagi kisah cinta yang kadang menyakitkan tinggal sepi yang merasuki kita bersama lembaran kenangan cerita masa lalu
namun… ijinkan aku sejenak kembali kumpulkan kepingan memori masa lalu yang sempat terserak ijinkan aku merengkuhmu sesaat bernostalgia mengenang saat saat itu mari kita satukan jari jemari
Jajaran pohon menyambut kedatanganku Dingin terasa dikalau hujan tak pernah lelah menentes Sejuk dihati dikala panas begitu menyengat Bel masuk pun berbunyi Saatnya berkumpul untuk membuat barisan yang rapi Puasakan asa untuk menikmati setiap prosesi Hormatkan setiap jengkal jari kepada sang saka merah putih Dengarkan setiap amanat yang terucap walau membosanakan Beginilah kami diajarakan kedisplian Walau hasilnya kadang tak sesuai harapan
Masih banyak… kumpulan anak yang datang Telalu pagi hingga tak bisa masuk kelas karena pelajaran telah dimulai Masih banyak… para siswa yang duduk didepan kelas menanti sang pemberi ilmu datang mengajar Masih banyak… sekelompok anak menikmati jam-jam pelajaran dengan semangkok
soto,segelas es teh dan sebuah tempe goreng dikantin samping sekolah begitulah coretan memory ketika sragam putih abu-abu masih melekat di badan
kini ketika Sepi melangkah dalam kelam menyeruak dalam pekatnya udara pagi lari menyongsong helaian kabut yang tersembunyi di pucuk-pucuk mimpi semua telah berlalu tak ada lagi langkah kaki itu tak ada lagi kedisiplinan itu tak ada lagi kata-kata bijak mu yang selalu membuatku terinpirasi tak ada lagi kebaikan dan ketulusanmu yang rela berbagi ilmu tak ada lagi senyum dan canda sahabat tercinta tak ada lagi kebersamaan kita untuk berjuang meraih mimpi tak ada lagi kisah cinta yang kadang menyakitkan tinggal sepi yang merasuki kita bersama lembaran kenangan cerita masa lalu
namun… ijinkan aku sejenak kembali kumpulkan kepingan memori masa lalu yang sempat terserak ijinkan aku merengkuhmu sesaat bernostalgia mengenang saat saat itu mari kita satukan jari jemari
jalin tali silahturohmi
berkumpul dan bertemu sapa tanggal 20 mey nanti bersama …
sahabat-sahabat tercinta guru-guru tersayang teman-teman panutan adik adik kelas kebanggaan
@darno_ufatma and friends
Tidak ada komentar:
Posting Komentar